Rabu, 30 Maret 2011

kecil jadi kawan, besar jadi lawan


Kecil Jadi Kawan, Besar  Jadi Lawan



Tahukah Anda bahwa istilah kecil jadi kawan, besar jadi lawan ini sering dikaitkan dengan API. Karena istilah tersebut dapat diartikan menjadi api kecil jadi kawan di saat keadaan gelap, sedangkan api besar jadi lawan di saat terjadi kebakaran.
Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, hal ini bisa terjadi, disebabkan oleh ulah manusia, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Agar bangunan seperti rumah, kantor, sekolah, gudang, pasar, pertokoan, hutan dan lain sebagainya tidak terbakar dan menimbulkan kebakaran, maka diperlukan pencegahan kebakaran.

Untuk itu, saya akan berbagi informasi mengenai gerakan anti kebakaran serta tips dan trik pencegahan kebakaran, seperti :
Waspada pada rokok. Diharapkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan pastikan rokok telah mati total sebelum dibuang ke tempat sampah.

Waspada pada penerang api
. Ketika mati lampu dan menggunakan penerangan api seperti lilin dan lampu tempel semprong / petromak maka jangan pernah lalai untuk mengawasi lampu tersebut dan tidak menaruh di tempat sembarang yang bisa jatuh atau berpindah tempat sehingga bisa membakar benda mudah terbakar yang ada di sekitarnya. Awasi pula penggunaan anti nyamuk bakar.

Jauhkan sumber api dari anak-anak
. Jauhkan benda-benda yang berapi atau yang dapat mengeluarkan api. Paling tidak ada orang dewasa yang mengawasi seperti bermain korek api, korek gas, kembang api, petasan, obat nyamuk bakar serta benda-benda yang mengeluarkan api dan panas seperti kompor gas, kompor minyak, setrikaan, dispenser air, pemasak nasi, dan lain-lain.
Rawat perangkat listrik dan perangkat api. Rawat dengan baik dan rutin kompor gas, setrikaan, penanak nasi, solder, kabel-kabel listrik dan perangkat listrik dan api lainnya. Jaringan listrik di rumah, kantor. Jika sudah usang sebaiknya dilakukan penggantian total dengan mengganti seluruh perangkat jaringan listrik diganti dengan yang berkualitas bagus dan baru demi keamanan dari korsleting listrik (hubungan arus pendek).
Siapkan perangkat pemadam kebakaran ringan. Jika bangunan cukup besar gunakan sistem pemadam detektor asap, pemancar air, perangkat penunjang hidup saat kebakaran, hidran, selang penyemprot air, tabung pemadam semprot, dan lain sebagainya. Jangan lupa berikan penyuluhan bagi penghuni bangunan dalam menghadapi bencana kebakaran. Untuk bangunan kecil minimal ada karung yang dapat dibasahi untuk meredam kebakaran ringan / kecil. Siapkan selang panjang atau ember untuk memudahkan menyiram kebakaran dengan air.

Melakukan pembinaan dan sosialisasi kebakaran
. Berikan penyuluhan kepada seluruh anggota keluarga, pegawai/karyawan kantor, siswa guru sekolah, buruh pabrik, dan sebagainya mengenai penanganan bencana kebakaran yang bisa saja terjadi kapan saja dan di mana saja agar ketika terjadi kebakaran mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan. Beritahu nomor telepon polisi dan pemadam kebakaran lokal dan sentral.

Waspada Lingkungan Sekitar
. Kebakaran juga bisa akibat dari bangunan sebelah yang terbakar sehingga bangunan kita ikut menjadi korban karena api bisa membesar dan merembet ke mana-mana. Tingkatkan kesadaran bencana kebakaran di lingkungan masyarakat sekitar untuk meminimalisir terjadinya kebakaran di lingkungan sekitar. Waspada juga dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperkecil resiko kebakaran merembet dari bangunan sekitar ke bangunan kita.
Kesimpulannya, kita tetap harus selalu waspada terhadap api, karena api kecil jadi kawan, besar jadi lawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar